I/ Pada sebuah tahun tak bernama Di antara riuhnya gelombang, puing-puing berserakan, serta jerit takbir yang saling sahut bersahutan Orang-orang sibuk memanen air mata II/ Gadis-gadis belia, remaja, muda, tua; tak beda-bedakan usia Berlari ke sana kemari, sibuk menyelamatkan diri “Celaka! Tuhan rupanya murka!” ucap lelaki yang sambil sesekali bermuhasabah diri mengingat dosa apa yang umat buat selama ini III/ Jauh di sana, gadis kecil tengah merapal doa Tak bisa ia samarkan kepiluannya Mengemis kasih pada Tuhan, yang ia yakini kasihnya seluas samudra “Tak ingin hilang sanak saudara, apalagi mama papanya,” ucapnya IV/ Tapi peduli apa? Bukankah karang, pepohonan, bebatuan, lelautan, dan bahkan ikan-ikan yang terdampar semua tunduk patuh pada titah Tuhannya? V/ Biar, biar kunamai saja ini tahun kesedihan Saat harapan karam, mayat-mayat bergelimpangan, doa-doa berjatuhan dan ketetapan Tuha...
Comments
Post a Comment