Pada Waktu yang Kita Menyebutnya Kenangan

 

I/

Apa kabar, Kekasih?

Bukankah laut telah bercerita kepadamu

Perihal luka, patah, dan segala kesedihannya yang tak kunjung sembuh?

 

II/

Senja itu, sebelum kau pergi

dan tanggalkan harapan yang kususun rapi

Ada rindu-rindu yang belum kita tuntaskan

pun kecemasan-kecemasan yang kerap kita risaukan

 

III/

Apa kabar, Kekasih?

Bukankah dermaga dan riuh ombaknya

Adalah hal yang semestinya kita sambangi?

Bukankah di sana telah kita langitkan mimpi,

rapalkan janji, bahwa kelak kita akan menjadi sepasang kekasih yang abadi?

 

IV/

Pernah kau bercerita

Apa pun yang kita inginkan

Malaikat kan mengaminkan

Tapi kini, di sisa-sisa kerinduan

Tak seharusnya pisah menjadi hal yang paling menyakitkan

 

V/

Di sini, Kekasih ...

Pada waktu yang detaknya mulai mengarat

dan harapan-harapan yang perlahan sekarat

Aku masih siap menjadi rumahmu pulang

Tempat berbagi resah dan segala kenang

Comments

Popular posts from this blog

Tahun-Tahun Kesedihan